Blogger Template by Blogcrowds

Showing posts with label perbankan syariah. Show all posts
Showing posts with label perbankan syariah. Show all posts

 

KD. 5 Menganalisis Resiko dan Bahaya Kerja 

 

Setiap profesi pasti memiliki resiko dalam pekerjaannya. Khususnya bagi pekerja industri yang memiliki resiko dan tingkat bahaya yang lebih tinggi dikarenakan selalu berkutat dengan peralatan berat, bahan-bahan kimia berbahaya atau lain sebagainya. Pemicu terjadinya kecelakaan kerja dibagi menjadi tiga dengan prosentase masing-masing yakni kecelakaan akibat jenis pekerjaan yang tidak aman, kondisi lapangan kerja, dan kecelakaan di luar kuasa manusia.

Untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai bahaya dalam pekerjaan, mudahnya dibedakan menjadi beberapa jenis yakni :

Bahaya jenis kimia

Bahaya ini sebabkan oleh bahan-bahan kimia yang apabila terhirup atau bersentuhan dengan kulit dapat menimbulkan efek merugikan atau membahayakan. Misalnya, asap pembakaran, bahan kimia cair ataupun gas dan lain sebagainya.

2.    Bahaya jenis fisika

Jenis bahaya ini disebabkan oleh suhu yang kurang bersahabat yaitu terlalu dingin atau terlalu panas, pencahayaan yang kurang atau berlebihan sehingga dapat mengganggu penglihatan serta suara peralatan yang bising sehingga mengganggu pendengaran.

3.    Bahaya jenis proyek/pekerjaan,

Bahaya ini ditimbulkan karena kurangnya alat penunjang pekerjaan yang memadai sehingga dapat menimbulkan cidera bagi pekerja.

4.    Bahaya jenis aspek manusia

Disebabkan oleh ketidaktahuan, keterampilan dan konsentrasi yang kurang, atau tidak fokus saat bekerja, meremehkan bahaya, dan alasan lain yang datang dari para pekerja itu sendiri.

Jenis-jenis bahaya diatas menjelaskan bahwa dalam sebuah pekerjaan tentu memiliki banyak sekali hal yang perlu diperhatikan dan diwaspadai. Untuk menguranginya, dapat dilakukan beberapa upaya untuk meminimalisir resiko dan bahaya kerja seperti berikut :

 1. 1) 1) melakukan kajian atau analisis terhadap resiko

Cara ini dapat dilakukan dengan pembuatan Job Safety Analysis (JSA) yang melibatkan orang-orang yang terjun secara langsung dalam pekerjaan tersebut, kemudian di sosialisasikan kepada seluruh pekerja.

2) Menetapkan Standar Keselamatan Kerja

Berdasarkan analisis sebelumnya, sebaiknya dibentuk sebuah standar kepada seluruh pekerja untuk melindungi mereka dari bahaya yang ada. Misalnya,  memberikan seragam pelindung untuk seluruh badan, pengamanan listrik berkala, sistem alarm untuk kebakaran, dan lain-lain.

3) Membuat Laporan

Laporan ini mempunyai tujuan sebagai dasar pengambilan kebijakan untuk menghambat resiko kerja, sehingga kedepannya tidak akan terjadi lagi bahaya yang sebelumnya pernah menimpa perusahaan.

Demikian beberapa informasi seputar resiko dan bahaya kerja. Bahaya tentu memiliki banyak jenis bedasarkan penyebabnya. Maka dari itu, perlu sebuah tindakan pencegahan untuk menghambat resiko dan bahaya kerja yang terjadi. Harapannya tidak lain dan tidak bukan agar para pekerja tetap aman dalam melaksanakan tanggung jawabnya.

 

Sumber:

balai-k2.disnakertrans.jatengprov.go.id/

 

PELAKU EKONOMI

 

3.4. MODEL, PELAKU EKONOMI, PERILAKU KONSUMEN DAN PRODUSEN DALAM KEGIATAN EKONOMI

 

 

B. PELAKU EKONOMI

 

Pelaku ekonomi adalah individu atau lembaga yang terlibat dalam proses kegiatan ekonomi.

Kegiatan tersebut baik produksi, distribusi, maupun konsumsi.

Terdapat beberapa pihak yang bisa disebut sebagai pelaku ekonomi. Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan kebudaya Republik Indonesia, terdapat empat pelaku kegiatan ekonomi.

 

Empat pelaku kegiatan ekonomi adalah:

1.     Rumah tangga konsumen (keluarga). Rumah tangga keluarga atau konsumen (RTK) adalah kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan konsumsi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

RTK memiliki pendapatan yang terdiri dari:

a.     Sewa (rent)

b.     Upah (wage)

c.     Bunga (interest)

d.     Laba atau keuntungan (profit)

 

Berdasarkan hal tersebut terjadi interaksi antara rumah tangga keluarga dan rumah tangga perusahaan yang menyebabkan terjadinya aliran arus uang dan arus barang atau jasa.

Dari interaksi tersebut, peran rumah tangga keluarga sebagai berikut:

a.     Konsumen barang dan jasa yang diproduksi perusahaan untuk kebutuhan sehari-hari.

b.     Pemasok faktor produksi kepada rumah tangga perusahaan untuk melakukan proses produksi. Faktor produksi merupakan sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang dan jasa. Terdapat empat faktor produksi, yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan kewirausahaan.

 

2.     Rumah tangga produsen (Perusahaan)

Perusahaan disebut sebagai produsen. Produsen adalah pelaku ekonomi yang berperan sebagai penyedia barang dan jasa bagi konsumen. Rumah tangga perusahaan di Indonesia dikelompokkan menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), dan Koperasi. Dalam bidang ekonomi, perusahaan memiliki peran sebagai produsen sekaligus pengguna dari faktor produksi.

 

Dalam usaha memastikan proses produksi berjalan lancar, beberapa faktor yang berpengaruh adalah sumber daya alam, modal, SDM, dan entrepreneurship.

Untuk menggunakan faktor-faktor produksi, perusahaan memberikan balas jasa kepada rumah tangga. Tenaga kerja mendapat upah, pemilik modal mendapatkan bunga, pemilik tanah memperoleh sewa, sedangkan pemilik keahlian memperoleh keuntungan.

Pendapatan yang diperoleh rumah tangga konsumen digunakan untuk konsumsi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Namun, hasil produksi tersebut tidak bisa langsung sampai ke tangan konsumen tanpa perpanjangan tangan distributor.

 

Peran lain dari rumahtangga produksi, antara lain:

·     sebagai agen pembangunan.

·     memberi sumbangsih terhadap pemasukan negara dengan membayar pajak.

·     mengolah bahan produksi dari rumah tangga konsumen untuk menghasilkan produk jasa atau barang kebutuhan sehari-hari.

·     Pemberi kompensasi atau balas jasa, misalnya membayar upah karyawan atau membagi keuntungan.

 

3.     Pemerintah

Rumah tangga konsumen, perusahaan dan distributor harus diatur. Fungsi pengatur ini dipegang oleh pemerintah. Pemerintah mencakup semua lembaga atau badan pemerintahan yang memiliki wewenang dan tugas mengatur kegiatan ekonomi. Pemerintah juga terjun langsung dalam kegiatan ekonomi, melalui BUMN atau BUMD.

 

Fungsi pemerintah sebagai pelaku ekonomi sesuai amanah UUD 1945, yaitu: Pasal 33 ayat 2 Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Pasal 33 ayat 3 Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

 

Untuk turut serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah juga harus memerhatikan distribusi pendapatan melalui penerapan sistem perpajakan. Selain itu juga membangun sarana dan prasarana umum yang baik untuk distribusi.

 

4.     Luar negeri

Pelaku ekonomi berikutnya adalah sektor luar negeri. Sebagian pengeluaran yang dilakukan rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah tidak hanya ke dalam pasar domestik, melainkan juga pasar luar negeri. Hal ini dilakukan untuk pembayaran atas pembelian barang-barang impor yang dibutuhkan oleh negara maupun masyarakat suatu negara.

 

Pembelian dari luar negeri atau impor dilakukan tentu untuk memenuhi kebutuhan manusia yang banyak. Ada sebagian kebutuhan, dapat diproduksi sendiri dan ada yang tidak. Penyebabnya adalah masyarakat belum mampu memproduksi sendiri atau terkendala modal yang sangat besar.

Hubungan luar negeri tidak terbatas pada impor melainkan juga ekspor. Hasil produksi dalam negeri dapat dikirim ke luar negeri. Interaksi merupakan kerjasama perdagangan dengan luar negeri.



Sumber:
https://www.kompas.com/skola/read/2020/02/26/070000269/siapa-saja-pelaku-kegiatan-ekonomi.
Penulis : Serafica Gischa


https://www.akseleran.co.id/blog/pelaku-ekonomi/

Setelah penantian yang cukup lama, besok SMK Tekno-SA mulai melaksanakan simulasi PTM (Pembelajaran Tatap Muka).

Persiapan telah dilakukan secara matang oleh pihak sekolah bekerjasama dengan pihak-pihak terkait. 

Meskipun masih dengan kehadiran siswa yang dibatasi, momen sangat dinantikan. Betapa tidak, rentang waktu yang sangat lama siswa dihadapkan pada situasi yang mengharuskan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) setiap hari. rasa bosan dan berkurangnya semangat pasti ada. selain itu, kendala kuota terbatas atau tidak ada sarana PJJ seperti laptop/handphone pasti menjadi cerita tersendiri.

Pada Senin (6/9/2021) besok, 13 SMA/SMK di Kota Solo akan mulai menggelar simulasi pembelajaran tatap muka. Salah satu diantaranya adalah SMK Tekno-SA.

Berita selengkapnya 

SMK Tekno-SA simulasi PTM

simulasi PTM di Solo

 

Deskripsi Produk Memicu Minat Pelanggan

 

Pandemi covid 19 yang berlangsung lama membawa hikmah tersendiri bagi pebisnis. Kondisi ini saat ini memaksa setiap orang untuk mengenal e-commerce. Banyak orang telah mencoba dan banyak pula yang sudah merasakan benefitnya. Seperti biasa, ketika banyak orang telah membuktikan keuntungan besar yang dirasakan maka banyak yang mencoba melakukan hal yang sama. Kini semakin menjamur pebisnis online di semua marketplace. Ini berarti semakin tinggi pula tingkat persaingan.

 

Tingginya kompetisi harus disikapi dengan cara-cara yang elegan dan tentunya saja penuh dengan kreatifitas. Ingat selalu kunci keberhasilan berwirausaha yang utama itu ada tiga : MOTIVASI, KREATIFITAS, DAN INOVASI.  Menggenggam tiga hal itu sama seperti Anda telah memenangkan persaingan. Apalagi Anda memiliki modal usia muda, dimana Anda masih dapat membiasakan diri untuk berpikir secara liar dan bebas. 

 

Nah, sekarang bagaimana caranya  agar dapat memenangi usaha online?

Satu diantara kunci pemain bisnis online adalah skill membuat kalimat deskripsi produk yang menarik.

Deskripsi produk bisa disebut sebagai ujung tombak penjualan. Kalimat deskripsi produk yang ditulis oleh penjual adalah sarana penjual untuk mengenalkan produk mereka tanpa tatap muka dengan pembeli. Semakin lengkap dan informatif deskripsi suatu produk yang tersaji, pelanggan akan semakin percaya dan yakin untuk membeli produk tersebut.

Selain mampu menciptakan penjualan, deskripsi produk yang menarik dengan menonjolkan fungsi serta manfaat produk yang sesungguhnya juga dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi pelanggan. 

 

Berikut 7 contoh kalimat deskripsi produk yang bisa memicu minat pelanggan Anda:

1.      Buatlah deskripsi yang fokus pada pembeli ideal Anda

Deskripsi produk yang baik harus mampu menjangkau audiens secara tertarget dan personal. Buat pertanyaan dan jawab seolah-olah Anda sedang mengobrol langsung dengan mereka. Selain menarik pelanggan, ini akan membuat mereka merasa dekat dengan produk yang ditawarkan. Misalnya:

“Tergelincir atau terjatuh saat sedang hiking memang tak bisa dihindari. Namun Anda bisa meminimalisirnya dengan memilih alas kaki yang tepat. Sandal gunung dari ABC ini dibuat dengan bahan berkualitas dan desain ergonomis anti slip. Bebaskan diri Anda dengan perjalanan yang lebih aman menjelajahi alam.”

Deskripsi di atas dapat secara langsung sudah menghubungkan dengan target pasar Anda yakni para pendaki. Dengan menyebutkan masalah-masalah yang kerap dihadapi saat hiking atau mendaki, calon pembeli akan merasa lebih dekat dan merasa kalau produk yang Anda tawarkan memang memahami kegiatan yang mereka lakukan dan risikonya.

 

2.      Jelaskan mengenai bahan baku serta keunikannya

“Jaket X Multifungsi terbuat dari bahan taslan yang tahan air dan tidak mudah ditembus angin. Cocok bagi Anda yang banyak beraktivitas di luar ruangan atau pengendara motor.”

Deskripsi di atas merujuk pada bahannya yang tidak tembus air maupun angin dan siapa yang cocok mengenakan produk tersebut.

 

3.      Menggunakan kalimat superlatif dan menyertakan bukti

Kalimat yang mengandung kata ‘paling’ atau ‘ter’ memang paling banyak digunakan oleh para penjual untuk memasarkan produknya. Namun ini akan terdengar tidak tulus dan hanya terdengar seperti kata-kata kosong kalau Anda tidak menyertakan bukti-bukti terkait klaim Anda tersebut.

Lihatlah bagaimana Amazon membuat deskripsi produk untun Kindle Paperwhite yang mereka jual. Dalam tulisannya, Amazon mengklaim bahwa produk mereka adalah e-reader paling canggih saat ini. Untuk membuat calon pembeli merasa yakin, dibuatlah tambahan deskripsi sebagai berikut:

“E-reader tercanggih di dunia saat ini. Memiliki resolusi tinggi baterai yang mampu bertahan sampai 8 minggu. Produk ini juga dilengkapi dengan:

  • Sistem pencahayaan yang sudah dipatenkan, menjamin para pembacanya mendapatkan cahaya yang sempurna sesuai dengan kondisi sekeliling
  • Paperwhite memiliki 62% piksel yang lebih banyak sehingga resolusinya lebih tajam
  • Varian terbari ini memiliki 25% kontras yang lebih baik sehingga teks yang dihasilkan tampak lebih gelap dan jelas
  • Meskipun digunakan dalam cahaya terang, Paperwhite tetap mampu menampilkan tulisan dan gambar yang jelas dan bebas silau.”

 

4.      Buat deskripsi yang mampu memikat imajinasi audiens

Penelitian ilmiah membuktikan bahwa ketika seseorang memegang suatu produk di tangan mereka, keinginna untuk memilikinya akan semakin besar. Sayangnya bagi pedagang online, penjual hanya bisa melihat foto produknya saja. Keberadaan gambar dan video beresolusi tinggi dan jernih memang bisa membantu, tapi ada trik copywriting yang bisa Anda coba untuk meningkatkan keinginan pembaca untuk membeli: biarkan calon konsumen Anda membayangkan seperti apa rasanya memiliki produk Anda.

Contohnya:

“Di tengah kesibukan yang tidak ada habisnya, rumah yang berantakan, cucian yang menumpuk hingga piring yang belum tercuci adalah masalah baru yang kerap bikin sumpek. Kalau dulu Anda harus mempekerjakan asisten untuk melakukannya, sekarang Anda dapat memesan jasa bersih-bersih rumah secara online. Unduh aplikasi ABC dan pesan jasa dari mitra kami kapanpun Anda memerlukannya. Kapan lagi bisa merasa nyaman sepulang bekerja dengan rumah yang bersih dan kinclong?”

 

Teknik membuat copywriting semacam ini adalah memulai kalimat yang mengajak pembaca membayangkan. Tutup paragraf dengan kalimat penjelasannya tentang bagaimana kesan calon pembeli jika mereka menggunakan produk itu.

 

5.      Jika produk yang dijual memiliki banyak variasi warna dan ukuran, cantumkan variasinya dengan jelas.

“Jaket X Multifungsi tersedia dalam ukuran L dengan warna hitam, merah marun, cokelat, dan abu-abu. Warna yang terlihat pada foto sesuai dengan warna aslinya. Apabila terdapat perbedaan warna, disebabkan oleh pengaturan monitor dan efek cahaya pada layar monitor Anda.”

Informasi ini bertujuan agar pembeli dapat langsung memutuskan produk yang dia beli tanpa perlu banyak bertanya pada penjual.

 

6.      Berikan jaminan produk

“Dapatkan jaminan 100% uang kembali jika produk yang Anda terima tidak sesuai foto dan deskripsi kami.”

Dengan jaminan ini, pembeli akan semakin yakin dan percaya bahwa dia tidak akan dirugikan jika membeli produk Anda.

 

7.      Sertakan informasi tentang perawatan produk tersebut.

“Rendam Jaket X Multifungsi dengan air hangat selama 30 menit kemudian cuci dengan mild soap. Sebaiknya kucek dengan tangan. Apabila terdapat noda membandel, sikat jaket dengan lembut searah serat untuk menghindari kerusakan pori-pori jaket. Setelah dibilas, keringkan jaket dengan diangin-anginkan. Lapisi jaket dengan handuk atau kain lain saat menyetrika.”

Perawatan perlu diinformasikan agar pembeli tahu cara merawat jaket tersebut dengan benar dan menekan terjadinya komplain kerusakan barang karena perawatan yang salah.

 

8.      Berikan informasi mengenai fitur produknya.

“Jaket X Multifungsi memiliki 4 kantong untuk menyimpan ponsel, tablet, dompet, dan powerbank. Dilengkapi dengan hoodie dan penutup mata yang dapat dilepas, serta sarung tangan dan tempat untuk menyimpan earphone.”

Deskripsi mengenai fitur ini bertujuan untuk menunjukkan keuntungan yang akan diperoleh pembeli jika membeli produk Anda.

 

9.      Berikan potongan harga untuk pembelian tertentu.

“Setiap pembelian Jaket X Multifungsi sebanyak 3 pcs, Anda akan mendapatkan potongan harga sebesar 25%. Dapatkan tambahan gratis biaya kirim dengan pembelian minimal 5 pcs.”

Pemberian promo bertujuan untuk mendorong pembeli melakukan pemesanan dalam jumlah banyak. Tambahkan kata kunci, misal “jaket multifungsi” dalam setiap deskripsi. Tujuannya agar produk Anda ada di urutan pertama ketika pembeli melakukan pencarian dengan kata kunci tersebut.

 

Sumber:

 https://kontenesia.com/contoh-kalimat-deskripsi-produk/

 

Older Posts Home