Blogger Template by Blogcrowds

Showing posts with label istiqomah. Show all posts
Showing posts with label istiqomah. Show all posts

PELAKU EKONOMI

 

3.4. MODEL, PELAKU EKONOMI, PERILAKU KONSUMEN DAN PRODUSEN DALAM KEGIATAN EKONOMI

 

 

B. PELAKU EKONOMI

 

Pelaku ekonomi adalah individu atau lembaga yang terlibat dalam proses kegiatan ekonomi.

Kegiatan tersebut baik produksi, distribusi, maupun konsumsi.

Terdapat beberapa pihak yang bisa disebut sebagai pelaku ekonomi. Dilansir dari situs Kementerian Pendidikan dan kebudaya Republik Indonesia, terdapat empat pelaku kegiatan ekonomi.

 

Empat pelaku kegiatan ekonomi adalah:

1.     Rumah tangga konsumen (keluarga). Rumah tangga keluarga atau konsumen (RTK) adalah kelompok masyarakat yang melakukan kegiatan konsumsi barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

RTK memiliki pendapatan yang terdiri dari:

a.     Sewa (rent)

b.     Upah (wage)

c.     Bunga (interest)

d.     Laba atau keuntungan (profit)

 

Berdasarkan hal tersebut terjadi interaksi antara rumah tangga keluarga dan rumah tangga perusahaan yang menyebabkan terjadinya aliran arus uang dan arus barang atau jasa.

Dari interaksi tersebut, peran rumah tangga keluarga sebagai berikut:

a.     Konsumen barang dan jasa yang diproduksi perusahaan untuk kebutuhan sehari-hari.

b.     Pemasok faktor produksi kepada rumah tangga perusahaan untuk melakukan proses produksi. Faktor produksi merupakan sumber daya yang digunakan dalam sebuah proses produksi barang dan jasa. Terdapat empat faktor produksi, yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan kewirausahaan.

 

2.     Rumah tangga produsen (Perusahaan)

Perusahaan disebut sebagai produsen. Produsen adalah pelaku ekonomi yang berperan sebagai penyedia barang dan jasa bagi konsumen. Rumah tangga perusahaan di Indonesia dikelompokkan menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Swasta (BUMS), dan Koperasi. Dalam bidang ekonomi, perusahaan memiliki peran sebagai produsen sekaligus pengguna dari faktor produksi.

 

Dalam usaha memastikan proses produksi berjalan lancar, beberapa faktor yang berpengaruh adalah sumber daya alam, modal, SDM, dan entrepreneurship.

Untuk menggunakan faktor-faktor produksi, perusahaan memberikan balas jasa kepada rumah tangga. Tenaga kerja mendapat upah, pemilik modal mendapatkan bunga, pemilik tanah memperoleh sewa, sedangkan pemilik keahlian memperoleh keuntungan.

Pendapatan yang diperoleh rumah tangga konsumen digunakan untuk konsumsi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan. Namun, hasil produksi tersebut tidak bisa langsung sampai ke tangan konsumen tanpa perpanjangan tangan distributor.

 

Peran lain dari rumahtangga produksi, antara lain:

·     sebagai agen pembangunan.

·     memberi sumbangsih terhadap pemasukan negara dengan membayar pajak.

·     mengolah bahan produksi dari rumah tangga konsumen untuk menghasilkan produk jasa atau barang kebutuhan sehari-hari.

·     Pemberi kompensasi atau balas jasa, misalnya membayar upah karyawan atau membagi keuntungan.

 

3.     Pemerintah

Rumah tangga konsumen, perusahaan dan distributor harus diatur. Fungsi pengatur ini dipegang oleh pemerintah. Pemerintah mencakup semua lembaga atau badan pemerintahan yang memiliki wewenang dan tugas mengatur kegiatan ekonomi. Pemerintah juga terjun langsung dalam kegiatan ekonomi, melalui BUMN atau BUMD.

 

Fungsi pemerintah sebagai pelaku ekonomi sesuai amanah UUD 1945, yaitu: Pasal 33 ayat 2 Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara. Pasal 33 ayat 3 Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

 

Untuk turut serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, pemerintah juga harus memerhatikan distribusi pendapatan melalui penerapan sistem perpajakan. Selain itu juga membangun sarana dan prasarana umum yang baik untuk distribusi.

 

4.     Luar negeri

Pelaku ekonomi berikutnya adalah sektor luar negeri. Sebagian pengeluaran yang dilakukan rumah tangga, perusahaan, dan pemerintah tidak hanya ke dalam pasar domestik, melainkan juga pasar luar negeri. Hal ini dilakukan untuk pembayaran atas pembelian barang-barang impor yang dibutuhkan oleh negara maupun masyarakat suatu negara.

 

Pembelian dari luar negeri atau impor dilakukan tentu untuk memenuhi kebutuhan manusia yang banyak. Ada sebagian kebutuhan, dapat diproduksi sendiri dan ada yang tidak. Penyebabnya adalah masyarakat belum mampu memproduksi sendiri atau terkendala modal yang sangat besar.

Hubungan luar negeri tidak terbatas pada impor melainkan juga ekspor. Hasil produksi dalam negeri dapat dikirim ke luar negeri. Interaksi merupakan kerjasama perdagangan dengan luar negeri.



Sumber:
https://www.kompas.com/skola/read/2020/02/26/070000269/siapa-saja-pelaku-kegiatan-ekonomi.
Penulis : Serafica Gischa


https://www.akseleran.co.id/blog/pelaku-ekonomi/

PEMASARAN PRODUK

PEMASARAN PRODUK PERANGKAT KERAS

 

3.18. menyeleksi strategi pemasaran

4.18. melakukan pemasaran

  

Teknik pemasaran online dan offline memungkinkan Anda menjangkau klien di mana pun mereka berada. Jaringan offline tradisional telah menjadi bagian penting dari industri layanan profesional selama beberapa waktu, tetapi belakangan ini hubungan penting semakin sering ditempa melalui media sosial.

 

 

Ujung tombak dari sebuah perusahaan adalah aspek pemasaran. Aspek pemasaran bertanggung jawab agar setiap produk dapat terjual, sehingga perusahaan mendapatkan keuntungan. Dengan menerapkan strategi pemasaran yang baik, perusahaan dapat menghasilkan keuntungan yang maksimal.

A. Hakikat Pemasaran


Pemasaran adalah sistem pertukaran. American Marketing Association mendefinisikan pemasaran sebagai kegiatan dan proses menciptakan, mengomunikasikan, menyampaikan, dan menukar produk
nilai di mata konsumen, klien, partner, dan masyarakat umum. Pemasaran dibuat untuk menjaga kepuasan konsumen. Dengan berfokus pada kegiatan konsumsi.

 
1. Aspek-Aspek yang Dikenalkan dalam Pemasaran


Orientasi dasar pemasaran terletak pada pertanyaan apakah produk dapat memenuhi kebutuhan konsumen. 

Dengan orientasi dasar tersebut, orientasi dikelompokkan berikut ini

 

a.       Orientasi pada Produk

Produsen selalu menekankan pada kualitas produk. Dengan kata lain, selama produk yang dihasilkan tetap berada pada standar yang tinggi, konsumen akan membeli produk tersebut.
Pengenalan produk akan berhasil dengan maksimal jika produsen memiliki pandangan yang bagus tentang kebutuhan dan keinginan konsumen.

 

b.      Orientasi pada Penjualan

Produsen yang fokus pada pengenalan penjualan akan lebih mementingkan aspek penjualan daripada konsumen. Produsen tersebut akan lebih mementingkan promosi daripada produk yang, akan memenuhi kebutuhan konsumen. Jadi, produsen akan menjual barang yang sudah ada dan memberikannya promosi yang mewah agar konsumen mau membelinya dengan harga tinggi Pengenalan penjualan akan berhasil apabila produk yang dijual adalah produk yang memang laris di pasaran (permintaan tinggi).

 

c.       Orientasi pada Produksi

Produsen yang berorientasi pada orientasi produksi akan memproduksi suatu produk dalam jumlah yang besar. Orientasi produksi akan dijalankan apabila produsen benar- benar yakin bahwa produknya mampu menyerap banyak permintaan dari konsumen. Selain itu, produsen juga harus yakin bahwa selera konsumen tidak akan berubah-ubah dengan cepat.

d.      Orientasi pada Pemasaran

Orientasi pada pemasaran mungkin adalah orientasi yang paling sering digunakan di dalam pemasaran kontemporer. Pada dasarnya, orientasi pada pemasaran adalah mensuplai produk yang kemungkinan menjadi kebutuhan konsumen.

 

e.       Orientasi pada Konsumen

Banyak produsen yang masih berdiri dengan menciptakan produk yang dapat dibeli dan dibutuhkan oleh konsumen. Dengan kata lain, mengikuti selera konsumen adalah kunci dalam orientasi terhadap konsumen.

 

f.       Orientasi pada Perusahaan

Dalam orientasi pada organisasi, bagian pemasaran dianggap sebagai bagian terpenting dalam perusahaan. Informasi dari bagian pemasaran akan digunakan sebagai panduan bagi bagian lain di dalam perusahaan.

 

g.      Kerja Sama yang Sama-Sama Menguntungkan

Pada transaksi pasar, perusahaan mendapatkan biaya kembali dan keuntungan sedangkan konsumen mendapatkan barang atau produk yang mereka inginkan, kepercayaan, dan
garansi atas produk dari produsen. Hal itulah yang dimaksud dengan kerja sama yang sama-sama menguntungkan.


Bacalah juga 

https://harusmandiri.blogspot.com/2021/11/elemen-dalam-pemasaran.html

https://harusmandiri.blogspot.com/2021/11/promosi-dan-seni-menjual.html



sumber: 

https://prototypevendo.blogspot.com/2019/11/pemasaran-produk-perangkat-keras.html

https://www.beresweb.com/50-cara-promosi-bisnis-penjualan-perangkat-keras-dan-peralatan-dan-strategi-pemasarannya/

https://kumparan.com/karjaid/4c-dalam-berbisnis-customers-cost-convenience-communication-1t1q06ld9Ek/full

https://www.gosbiz.com/cara-membangun-komunikasi-yang-baik-dengan-konsumen/

https://accurate.id/marketing-manajemen/pengertian-teknik-pemasaran-dan-jenisnya/


Older Posts Home